GarudaGlobal.net — Pemerintah Indonesia mengamankan kepemilikan dua Kampung Haji permanen di Makkah sebagai langkah strategis dalam pengelolaan layanan ibadah haji. Proyek ini diposisikan sebagai investasi jangka panjang untuk stabilitas biaya dan kepastian fasilitas jamaah.
Kepala Danantara Rosan Roeslani menyatakan Kampung Haji pertama di kawasan Thakher siap digunakan pada musim haji 2026. Kompleks tersebut berada 2,5 kilometer dari Masjidil Haram, mencakup hotel tiga menara dengan 1.461 kamar dan kapasitas 4.383 jamaah.
Akuisisi aset dari Thakher Development Company dilakukan dengan nilai sekitar US$500 juta. Pengelolaan operasional akan dijalankan oleh InJourney, holding BUMN industri aviasi dan pariwisata.
Danantara juga mengikuti proses lelang lahan 4,4 hektare di Western Hindawiyah, Makkah Barat, dengan estimasi nilai pengembangan US$700–800 juta. Rencana awal mencakup pembangunan 13 menara dan satu pusat perbelanjaan.
Menurut Rosan, pemilihan dua kawasan bertujuan mengurangi risiko kepadatan serta meningkatkan efisiensi mobilitas jamaah. Pengumuman pemenang lelang dijadwalkan akhir Desember 2025.***