garudaglobal.net — Organisasi sosial DHIBRA Thoriqoh Shiddiqiyyah memperluas jangkauan Program Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni hingga ke Distrik Kurik, Kabupaten Merauke. Inisiatif pembangunan infrastruktur dasar ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan di wilayah Papua.
Program filantropi tersebut menyasar keluarga mendiang David Pakaimu, seorang pekebun Orang Asli Papua yang sebelumnya mendiami hunian tidak layak. Langkah ini mempertegas peran modal sosial masyarakat dalam mempercepat pembangunan fasilitas dasar daerah terdepan.
Intervensi Infrastruktur Pemukiman Swadaya
Kondisi rumah kayu lapuk bertiang keropos yang ditempati keluarga David sebelumnya mencerminkan hambatan penyaluran bantuan sosial formal. Meski sempat terkendala meninggalnya penerima manfaat utama akibat stroke, seluruh jadwal proyek fisik dipastikan tetap berjalan.
Inisiatif swasembada ini juga mengikis hambatan sosiologis antar-kelompok di kawasan perbatasan. Pengelola program memastikan seluruh pembiayaan dan pengerjaan tidak dibebani komitmen ideologis tertentu.
“Program ini menjadi media untuk menjembatani kesenjangan sosial antara pendatang dan warga asli Papua, antara Muslim dan non-Muslim, serta antara warga Shiddiqiyyah maupun di luar Shiddiqiyyah. Kami hanya menjalankan dawuh Sang Mursyid untuk membantu sesama warga Indonesia yang membutuhkan,” tutur Ketua DHIBRA Daerah Papua Muhammad Anwar.
Akselerasi Pemenuhan Hak Kesejahteraan
Penyelesaian rumah baru ini diharapkan dapat menopang stabilitas ekonomi domestik keluarga yang ditinggalkan almarhum. Kehadiran aset fisik tersebut memutus penantian bertahun-tahun atas janji bantuan yang tidak kunjung terealisasi.
Model aksi responsif ini menjadi preseden penting bagi efektivitas bantuan kemanusiaan swasta di kawasan timur Indonesia. Pembangunan infrastruktur sipil berbasis komunitas terbukti mampu menutup celah distribusi kesejahteraan secara cepat. ***
