Motor Listrik

Skandal Markup Motor Listrik Badan Gizi Rugikan Negara Rp1 Triliun

Skandal Markup Motor Listrik Badan Gizi Rugikan Negara Rp1 Triliun

garudaglobal.net — Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana sebagai tersangka korupsi pengadaan 21.801 unit motor listrik senilai Rp1,03 triliun pada Minggu, 7 Juni 2026 akibat terindikasi melakukan penggelembungan harga aset operasional. Skandal komoditas ini memperburuk risiko tata kelola pengadaan barang dan jasa pada lembaga pemerintah baru. Aspek akuntabilitas anggaran menjadi sorotan tajam pelaku pasar akibat manipulasi spesifikasi teknis demi keuntungan vendor tertentu. Praktek non-prosedural ini mencederai iklim investasi dan efisiensi belanja fiskal negara. Plh Kapuspenkum Kejagung Mochammad Jeffry memaparkan modus operandi intervensi penyusunan kerangka acuan kerja yang menyimpang dari kebutuhan riil dalam rilis resmi pada Kamis,…
Read More
Valuasi Pengadaan Emmo JVX GT: Efisiensi Anggaran dan Risiko Aset Idle

Valuasi Pengadaan Emmo JVX GT: Efisiensi Anggaran dan Risiko Aset Idle

garudaglobal.net — Badan Gizi Nasional (BGN) menghadapi sorotan tajam terkait efisiensi belanja modal setelah mengalokasikan anggaran mendekati Rp1 triliun untuk pengadaan 21.801 unit motor listrik Emmo JVX GT pada April 2026. Langkah korporasi publik ini memicu perdebatan mengenai kewajaran harga beli dan risiko depresiasi aset, mengingat puluhan ribu unit kendaraan tersebut saat ini masih berstatus sebagai aset mengendap (idle asset) di gudang administrasi. Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengonfirmasi bahwa harga satuan yang disepakati adalah Rp42.000.000, namun angka ini tetap menjadi anomali jika dibandingkan dengan valuasi platform serupa di pasar global yang jauh lebih rendah. Ketidakmampuan mendistribusikan aset secara cepat berpotensi…
Read More
Investasi Motor Listrik BGN Rp1,39 Triliun Picu Kritik Efisiensi Fiskal

Investasi Motor Listrik BGN Rp1,39 Triliun Picu Kritik Efisiensi Fiskal

garudaglobal.net — Sektor otomotif dan manajemen anggaran publik dikejutkan dengan realisasi pengadaan 21.801 unit motor listrik merek Emmo oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang menelan biaya hingga Rp1,39 triliun. Kritik profesional muncul dari parlemen terkait manajemen rantai pasok proyek ini, mengingat PT Yasa Artha Trimanunggal selaku distributor utama belum merampungkan pembangunan kantor pusatnya saat distribusi unit dimulai. Secara komersial, pemilihan merek Emmo dipertanyakan karena unit yang didistribusikan diduga merupakan produk pelabelan ulang (rebadge) dari manufaktur Tizhou Okla Automotive asal China dengan selisih harga mencapai belasan juta rupiah. Padahal, dalam skema pengadaan barang pemerintah, aspek rekam jejak penyedia dan kewajaran harga…
Read More