BAIS TNI

Pelibatan TNI Amankan Demo Tosari Proteksi Hub Transportasi Makro

Pelibatan TNI Amankan Demo Tosari Proteksi Hub Transportasi Makro

garudaglobal.net — Kepolisian Daerah Metro Jaya melibatkan personel TNI guna mengamankan demonstrasi mahasiswa di kawasan Tosari, Jakarta Pusat, pada Jumat 12 Juni 2026 sebagai langkah preventif melindungi stabilitas mobilitas ekonomi ibu kota. Pembatasan pergerakan massa di jalur MH Thamrin dilakukan untuk memitigasi eksternalitas negatif terhadap efisiensi rantai pasok. Kawasan Bundaran HI hingga Patung Kuda merupakan urat nadi transportasi massal dan pusat bisnis utama yang memiliki sensitivitas tinggi. Gangguan pada titik makro ini berpotensi memicu kerugian finansial akibat kemacetan sistemik di jalur arteri sekitar. Kepastian Regulasi Pengamanan Objek Vital Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan pelibatan militer didasari…
Read More
Tuntutan Ringan Kasus BAIS Soroti Risiko Hukum Risiko Reputasi TNI

Tuntutan Ringan Kasus BAIS Soroti Risiko Hukum Risiko Reputasi TNI

garudaglobal.net — Oditur Militer mengajukan tuntutan pidana selama 2 tahun 6 bulan penjara terhadap empat prajurit Denma BAIS TNI yang terlibat penganiayaan berencana terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Tuntutan hukum yang dibacakan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2026, memicu perdebatan luas di kalangan analis mengenai kepastian hukum dan risiko reputasi institusi keamanan negara. Keputusan penuntut hukum untuk tidak menyertakan sanksi tambahan berupa pemecatan dinas dinilai memberikan sinyal buruk bagi komitmen perlindungan HAM. “Tuntutan 2,5 tahun penjara untuk para penyerang Andrie Yunus ialah pelecehan keadilan,” ujar Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, Rabu, 3 Juni 2026.…
Read More
Sorotan Internasional: Sidang Militer Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Sorotan Internasional: Sidang Militer Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

garudaglobal.net — Persidangan empat anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI di Pengadilan Militer Jakarta kini menjadi pusat perhatian internasional. Kasus penyerangan terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, dipandang sebagai ujian krusial bagi komitmen Indonesia terhadap penegakan hak asasi manusia dan akuntabilitas militer di mata dunia. Oditur Militer Letkol Chk Muhammad Iswadi dalam dakwaannya mengungkap bahwa aksi ini dipicu oleh sentimen nasionalisme yang menyimpang, di mana para terdakwa merasa terhina oleh kritik vokal korban terhadap RUU TNI. Proses hukum ini dipantau ketat oleh berbagai lembaga donor dan pengamat diplomatik untuk memastikan standar keadilan universal terpenuhi. Jalannya persidangan sempat diwarnai kontroversi akibat…
Read More