05
Apr
garudaglobal.net — Laporan investigasi "Operation NoVoice" oleh McAfee mengungkap serangan siber masif yang menginfeksi 2,3 juta perangkat Android melalui 50 aplikasi di Google Play Store per April 2026. Malware berjenis rootkit ini menargetkan ekstraksi data enkripsi WhatsApp untuk kloning sesi secara ilegal. Serangan ini mengeksploitasi 22 kerentanan kernel pada perangkat Android lama, terutama yang menggunakan chipset dengan driver GPU Mali. Dengan menyamar sebagai aplikasi utilitas seperti phone cleaner dan galeri, NoVoice berhasil menyusup ke pasar global termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan India. Risiko Liabilitas dan Persistensi Rootkit NoVoice Analisis teknis menunjukkan bahwa NoVoice memiliki tingkat persistensi tinggi yang mampu mengganti…
