Kesehatan Mental Anak

Investasi Berisiko Google: Skandal Konten AI Slop di YouTube Kids

Investasi Berisiko Google: Skandal Konten AI Slop di YouTube Kids

garudaglobal.id — Koalisi global yang terdiri dari 200 organisasi dan pakar ekonomi makro mengirimkan nota keberatan kepada CEO Google, Sundar Pichai, pada 1 April 2026 terkait model bisnis "AI slop" yang mengeksploitasi demografi anak-anak. Pasar konten digital anak kini menghadapi guncangan setelah laporan investigasi mengungkap kanal "AI slop" mampu menghasilkan pendapatan pasif hingga 4,25 juta dolar AS per tahun. Namun, profitabilitas ini dibayar mahal dengan rusaknya standar kualitas konten global yang kini didominasi 21 persen video berkualitas rendah. Anomali Investasi dan Risiko Liabilitas Korporasi Sentimen negatif pasar meningkat setelah Google AI Futures Fund menyuntikkan dana satu juta dolar AS ke…
Read More
Gugatan ‘Big Tobacco’ Digital: Meta dan YouTube Hadapi Risiko Liabilitas Triliunan

Gugatan ‘Big Tobacco’ Digital: Meta dan YouTube Hadapi Risiko Liabilitas Triliunan

garudaglobal.net — Raksasa teknologi Meta Platforms Inc. dan YouTube kini terjepit dalam pertempuran hukum paling berisiko di Pengadilan Tinggi Los Angeles yang mengancam profitabilitas jangka panjang mereka. Gugatan ini menyasar fundamental bisnis kedua perusahaan, yakni desain algoritma yang dituding sengaja menciptakan "mesin kecanduan" bagi pengguna di bawah umur. Kasus ini dipandang sebagai preseden krusial yang menyamakan praktik media sosial dengan industri rokok era 90-an. Penggugat utama, Kaley G.M. (20), menyeret Meta dan unit Alphabet Inc. tersebut ke meja hijau dengan dalih kerusakan kesehatan mental yang masif. Hingga awal 2026, lebih dari 2.300 gugatan serupa telah mengantre di pengadilan federal Amerika…
Read More
Anak SD di NTT: Kegagalan Jaring Pengaman Sosial Pendidikan

Anak SD di NTT: Kegagalan Jaring Pengaman Sosial Pendidikan

GarudaGlobal.net - Anak SD di NTT yang tewas gantung diri kembali membuka persoalan mendasar dalam sistem perlindungan pendidikan nasional. Peristiwa ini bukan semata tragedi individual, melainkan indikator gagalnya jaring pengaman sosial pendidikan menjangkau anak dari keluarga miskin ekstrem. Buku sekolah yang tak mampu dibeli menjadi pemicu langsung. Fakta ini menunjukkan bahwa skema pendidikan gratis belum sepenuhnya melindungi murid paling rentan. Secara faktual, pemerintah telah menjalankan berbagai program bantuan pendidikan. Namun, kasus ini memperlihatkan adanya celah serius dalam mekanisme deteksi dan respons dini. Anak SD di NTT tersebut tetap berada di luar radar sistem bantuan, meski indikator kerentanannya terlihat jelas di…
Read More