Strategi Likuiditas Grup Barito: Prajogo Pangestu Jual Saham CUAN

Prajogo Pangestu

garudaglobal.net — Konglomerat sektor energi Prajogo Pangestu mengeksekusi divestasi taktis sebanyak 764,03 juta lembar saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dalam periode transaksi 30 Maret hingga 2 April 2026. Aksi korporasi senilai Rp850,28 miliar ini merupakan respons fundamental untuk memperkuat profil likuiditas emiten di tengah tekanan volatilitas pasar modal global.

Penjualan saham dilakukan secara bertahap sebanyak 18 kali transaksi pada rentang harga Rp1.045 hingga Rp1.150 per lembar saham. Pasca-divestasi ini, porsi kepemilikan Prajogo menyusut tipis dari 84,09 persen menjadi 83,42 persen, namun tetap memegang kendali penuh atas arah kebijakan strategis perusahaan tambang batubara tersebut.

Langkah ini dipandang oleh para analis pasar sebagai upaya serius untuk memitigasi risiko low free float yang sebelumnya memicu pencabutan perlakuan khusus oleh MSCI (Morgan Stanley Capital International). Peningkatan jumlah saham beredar diharapkan mampu menarik kembali minat investor institusi asing yang sangat menitikberatkan pada aspek keterinvestasian dan kemudahan keluar-masuk pasar.

Intervensi Pasar dan Stabilitas Harga

Prajogo Pangestu menyatakan secara resmi bahwa transaksi ini murni bertujuan untuk memenuhi ambang batas saham publik yang diamanatkan oleh otoritas bursa dan lembaga indeks. Penambahan suplai saham ke pasar reguler ini menjadi instrumen penting untuk menciptakan mekanisme pembentukan harga yang lebih wajar dan efisien bagi seluruh pemegang kepentingan.

Baca Juga :  Indonesia Amankan Aset Strategis Kampung Haji di Makkah

“Transaksi dilakukan untuk menambah saham free float,” ungkap Prajogo Pangestu dalam laporannya kepada otoritas bursa pada Kamis, 2 April 2026.

Analisis Valuasi di Tengah Fase Cooling-Off

Aksi jual oleh pemegang saham pengendali ini terjadi saat harga saham CUAN mengalami pelemahan signifikan hingga 53 persen sejak awal tahun (Year-to-Date). Fenomena ini dinilai sebagai fase pendinginan teknis setelah harga saham sempat melambung tinggi melampaui valuasi fundamentalnya pada tahun-tahun sebelumnya.

Meskipun harga saham tertekan, kinerja operasional CUAN tetap solid dengan peningkatan laba bersih yang kontras dengan pergerakan harga di pasar sekunder. Langkah divestasi ini, ditambah dengan rencana buyback saham senilai Rp700 miliar yang sedang berlangsung, diharapkan mampu membentuk lantai harga (price floor) yang kuat bagi CUAN di masa depan.

Keberhasilan Grup Barito dalam menyeimbangkan antara kepemilikan mayoritas dan likuiditas publik akan menjadi penentu posisi mereka dalam persaingan emiten sektor energi di tingkat regional. Investor kini mencermati sejauh mana efektivitas penambahan free float ini dalam meredam fluktuasi harga yang ekstrem di masa mendatang. ***

Baca Juga :  Rupiah Tertekan, Kurs Pajak Picu Beban Impor
By Chandra