GarudaGlobal.net — Aktivitas seismik terpantau di zona Sesar Opak pada Kamis pagi, 12 Februari 2026, saat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 3,1 melanda wilayah Barat Laut Gunung Kidul. Berdasarkan data parameter teknis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 08:21:16 WIB dengan pusat gempa berada pada kedalaman sangat dangkal, yakni 5 kilometer di daratan.
Pusat guncangan yang terletak di koordinat 7,89 LS – 110,51 BT memicu getaran skala II MMI di sebagian Bantul dan Gunung Kidul. Sektor industri dan fasilitas publik di wilayah tersebut dilaporkan tetap beroperasi secara normal tanpa gangguan layanan. BMKG memastikan tidak ada potensi tsunami karena episenter berada di darat, sementara satu kali gempa susulan kecil (aftershock) Magnitudo 2,1 tercatat pada pukul 08:42 WIB dengan kedalaman yang lebih dalam di 14 kilometer.
“Gempa ini merupakan gempa tektonik dangkal. Guncangan memang terasa cukup nyata di permukaan meski magnitudonya kecil,” ungkap Ardhianto Septiadhi, Kepala Stasiun Geofisika Sleman BMKG, dalam rilis resminya pada 12 Februari 2026. Otoritas menegaskan bahwa mekanisme gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar lokal, berbeda dengan mekanisme subduksi lempeng yang terjadi di wilayah Pacitan sebelumnya.
Mitigasi dan Verifikasi Lapangan
Kepala Pelaksana BPBD Gunung Kidul, Purwono, melaporkan hasil pengecekan tim reaksi cepat di lapangan pada Kamis siang. “Kami sudah cek ke beberapa titik di wilayah Barat. Tidak ada laporan rumah retak atau rusak akibat getaran tadi pagi,” tegasnya. Verifikasi ini krusial untuk menjaga sentimen positif masyarakat dan stabilitas aktivitas ekonomi di wilayah tersebut pasca guncangan.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, pada 12 Februari 2026 juga telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap waspada terhadap informasi yang tidak terverifikasi (hoaks). Fokus otoritas saat ini adalah pemantauan berkelanjutan terhadap aktivitas Sesar Opak guna memastikan keselamatan warga di area yang secara geologis memiliki densitas patahan lokal yang cukup tinggi. *
