Kontroversi Internal PBNU dan Sorotan Global: Surat Syuriyah Desak Pengunduran Diri Gus Yahya 

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. – Dok. Istimewa

GarudaGlobal.net — Surat Syuriyah PBNU yang mendesak Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf mundur beredar luas pada Kamis (20/11/2025). Kejadian ini menarik perhatian karena NU merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di dunia dengan pengaruh signifikan dalam diplomasi keagamaan.

Rapat Syuriyah yang dihadiri 37 pengurus mencatat keberatan atas narasumber AKN NU yang diduga terkait jaringan Zionisme Internasional. Dalam konteks geopolitik global, isu Zionisme selalu memicu sensitivitas lintas negara, terutama di kawasan mayoritas Muslim.

Pemberhentian seorang fungsionaris karena pelanggaran Peraturan Perkumpulan NU Nomor 13/2025 menunjukkan komitmen organisasi terhadap tata kelola internal, yang menjadi perhatian dunia internasional dalam menilai konsistensi lembaga keagamaan.

Dugaan pelanggaran tata kelola keuangan yang dianggap membahayakan badan hukum memperkuat urgensi evaluasi. Berbagai lembaga global tengah menyoroti governance organisasi keagamaan besar, termasuk NU.

Seorang pengurus PBNU mengonfirmasi keaslian surat. “Benar. Tadi malam,” katanya (21/11).

Di arena Munas XI MUI, Yahya menyampaikan klarifikasi. “Enggak ada bahasan pemakzulan,” ujarnya, menyebut pembicaraannya dengan Wakil Rais Aam hanya terkait tapak tilas tokoh pesantren berpengaruh, KHR As’ad Syamsul Arifin. (*)

Baca Juga :  Restrukturisasi Strategis TNI: 18 Perwira Tinggi AD Resmi Promosi
By Hari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *