Instruksi Presiden Percepat Bantuan Medan, Respons Lintas Iman Jadi Sorotan Regional

Warga Terdampak Banjir Sumatera

GarudaGlobal.net – Banjir yang menyapu Medan sejak Rabu (26/11/2025) menempatkan ratusan warga di pengungsian. Masjid Mustaqim menjadi titik perlindungan terbuka bagi semua agama. Fenomena ini selaras dengan tren regional tentang solidaritas berbasis komunitas.

Instruksi Presiden Prabowo pada Jumat (28/11) menggerakkan distribusi bantuan lintas lembaga. Tim Panitia Natal Nasional hadir malam itu juga. “Ada masyarakat non-muslim yang ikut mengungsi di masjid,” kata Meilina Siregar, Sabtu (29/11). Pernyataan tersebut relevan di tengah sorotan global terhadap toleransi di kawasan Asia Tenggara.

Seratus paket sembako dibagikan Jumat pukul 22.00 WIB. Muji, kepala lingkungan, memastikan pembagian berlangsung tertib. Paket tersebut berisi beras, minyak, gula, ikan kaleng, susu, teh, kopi, dan mi instan, sesuai standar bantuan darurat.

Total 1.100 paket bantuan disalurkan ke banyak titik, termasuk PMKRI, Jalan Amal, GMKI Medan, Panti Asuhan Universal, BPBD Sumut, dan MDA Hidayatullah. Penyebaran ini menunjukkan struktur logistik yang aktif dan adaptif.

BPBD Medan mencatat 7.402 rumah terdampak banjir. Pada level regional, angka ini mengingatkan pada pola krisis perkotaan di beberapa negara Asia yang menghadapi cuaca ekstrem. Respons cepat pemerintah menjadi bagian dari penilaian global.

Baca Juga :  Gunung Ibu Erupsi, Indonesia Catat 620 Letusan 2026

Kami membawa amanat kemanusiaan,” ujar Meilina. Kerjasama lintas iman di Masjid Mustaqim memberi sinyal positif bagi reputasi toleransi Indonesia. Aksi ini mendorong persepsi bahwa respons bencana Indonesia berada pada jalur kolaboratif.

Masjid Mustaqim tetap beroperasi sebagai pos utama selama tanggap darurat. Situasi ini dapat menjadi referensi bagi negara lain dalam membangun model pengungsian inklusif. (*)

By Hari