Gejala Deindustrialisasi Tekstil Makin Nyata Usai Sritex Pailit

PT Sritex

garudaglobal.net – Kejatuhan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) memperpanjang daftar hitam pabrik tekstil yang tumbang akibat serbuan impor murah. Fenomena ini menjadi sinyal kuat terjadinya deindustrialisasi di sektor padat karya yang mengancam ekonomi nasional.

Selain Sritex, lima perusahaan lain seperti PT Polychem Indonesia dan PT Asia Pacific Fibers juga mengalami nasib serupa dengan total ribuan pekerja terdampak. Lemahnya proteksi pasar domestik dituding menjadi penyebab utama kegagalan industri lokal bersaing.

Pemerintah melalui Menaker Yassierli berupaya mendorong skema going concern, namun keputusan hukum pailit tak bisa dihindari. Kondisi ini membuat struktur industri tekstil kita makin keropos.

Jika tidak ada intervensi kebijakan yang tegas terhadap produk impor, gelombang PHK diprediksi akan terus meluas ke perusahaan manufaktur lainnya.

Baca Juga :  Danantara Perluas Jejak Investasi Perhotelan di Arab Saudi
By Chandra