17
Des
GarudaGlobal.net — Tingginya korban jiwa akibat banjir bandang di Sumatera pada Desember 2025 dinilai mencerminkan kegagalan Indonesia memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam mitigasi bencana, meski pengalaman serupa telah terjadi sejak Siklon Tropis Seroja 2021. Penilaian tersebut disampaikan Yanu Endar Prasetyo, peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN, dalam sebuah webinar kebencanaan. Ia menegaskan bahwa siklon tropis bukan fenomena baru di kawasan Indonesia. “Siklon tropis ini bukan hal baru. Dari catatan media pada 2021 juga sudah terjadi, tapi kita tidak belajar,” ujarnya. Menurut Yanu, pendekatan kebencanaan Indonesia masih reaktif dan belum berbasis sains. Fokus pada respons darurat tanpa investasi serius pada mitigasi dinilai meningkatkan…
