Sentimen Pasar Memanas Akibat Operasi Militer di Pulau Kharg

Pulau Kharg

garudaglobal.net — Ketegangan geopolitik mencapai level kritis setelah Amerika Serikat menghancurkan 90 aset pertahanan di Pulau Kharg, titik tumpu utama ekspor energi Iran, pada 13 Maret 2026. Operasi ini secara langsung menekan urat nadi ekonomi Teheran yang menggantungkan 95 persen distribusi minyak mentahnya pada terminal air dalam tersebut.

Investor global kini memantau ketat potensi gangguan pasokan, mengingat Pulau Kharg adalah satu-satunya fasilitas yang mampu melayani 10 supertanker VLCC secara simultan. Dengan estimasi pendapatan tahunan mencapai USD 78 miliar, kelumpuhan operasional di pulau ini akan menciptakan defisit neraca perdagangan yang masif bagi Iran.

Kalkulasi Risiko dan Strategi Korporasi

Fasilitas di pulau ini merupakan aset tunggal yang tidak memiliki substitusi sepadan di kawasan pesisir Iran lainnya karena keterbatasan kedalaman perairan. Konsentrasi infrastruktur yang mencakup 50 tangki penyimpanan raksasa menjadikan Kharg sebagai target strategis yang mampu melumpuhkan 11 persen PDB Iran dalam sekejap.

“Dia yang menguasai Pulau Kharg, menguasai takdir perang ini,” tegas Senator Lindsey Graham pada Sabtu (14/3/2026), menekankan urgensi penguasaan aset tersebut dalam arsitektur keamanan energi.

Baca Juga :  NASA Alihkan Investasi 20 Miliar Dolar AS untuk Pangkalan Fisik Bulan

Proyeksi Dampak pada Komoditas Global

Meski infrastruktur minyak belum dihancurkan secara fisik, ancaman blokade atau operasi amfibi telah memicu spekulasi kenaikan harga minyak hingga USD 150 per barel. Strategi AS saat ini tampaknya menggunakan aset energi di Kharg sebagai daya tawar ekonomi (leverage) untuk memaksa negosiasi di meja diplomasi.

Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa militer memiliki kemampuan penuh untuk melenyapkan seluruh fasilitas tersebut, namun memilih untuk menunda tindakan destruktif.

“Saya memilih untuk TIDAK menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu,” ujar Trump dalam pernyataan resminya pada 14 Maret 2026. Pernyataan ini memberikan jeda bagi pasar, meski ketidakpastian tetap tinggi seiring penempatan 5.000 personel tambahan di wilayah Teluk. ***

By Eva