Insiden Lebanon: Indonesia Desak Akuntabilitas PBB Atas Gugurnya Prajurit TNI

Rapat darurat PBB

garudaglobal.net — Eskalasi konflik di Lebanon Selatan memicu ketegangan diplomatik tingkat tinggi setelah tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL dilaporkan gugur akibat serangan militer.

Pemerintah Indonesia melalui Duta Besar untuk PBB, Umar Hadi, secara resmi menuntut Dewan Keamanan PBB untuk meluncurkan investigasi independen dan menolak segala bentuk dalih sepihak.

Risiko Operasional dan Pelanggaran Resolusi 1701

Insiden fatal ini terjadi dalam dua hari berturut-turut pada 29 dan 30 Maret 2026, yang melibatkan konvoi resmi PBB di wilayah Adchit Al Qusayr dan Sektor Timur Lebanon.

Data resmi mengonfirmasi Praka Farizal Rhomadhon, Serda Rama Wahyudi, dan satu personel Serda lainnya tewas, sementara tiga prajurit lainnya mengalami luka-luka akibat tembakan langsung.

Dubes Umar Hadi menegaskan dalam rapat darurat di New York, Rabu, 1 April 2026, bahwa serangan ini merupakan pelanggaran berat terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

“Saya ingin mempertegas, kami menuntut investigasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, bukan dalih dari Israel,” tegas Duta Besar Umar Hadi pada 1 April 2026.

Baca Juga :  Blunder Komunikasi Israel Percepat Evakuasi 9 Relawan WNI

Dampak Geopolitik dan Proteksi Personel Internasional

Menteri Luar Negeri Sugiono mengutuk keras agresi militer tersebut dan mendesak UNIFIL untuk segera memberikan laporan transparan mengenai sumber serangan yang menargetkan pasukan perdamaian.

Sekjen PBB Antonio Guterres telah menyatakan keprihatinan mendalam dan memperingatkan bahwa serangan terhadap personel PBB memiliki konsekuensi hukum internasional yang serius.

Prancis dan Malaysia turut memberikan dukungan atas langkah Indonesia, mengingat perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian adalah fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan global.

“Kami meminta investigasi penuh oleh UNIFIL untuk menemukan sumber insiden ini,” ujar Menteri Luar Negeri Sugiono dalam pernyataan resminya pada 31 Maret 2026. ***

By Eva